Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras a mauris placerat, ornare lectus sit amet, blandit dui. Sed consectetur nunc vel libero malesuada, ac porta sapien suscipit. Praesent pretium mattis sapien, a molestie sapien ultrices quis. Praesent condimentum sem turpis, at elementum lacus dapibus eu. Phasellus ultricies semper dui nec lacinia. Aenean eget est posuere, tristique ex eget, tincidunt eros. Vivamus ullamcorper venenatis accumsan. Pellentesque dolor diam, consequat ut tempor quis, dapibus sit amet urna. Phasellus nulla ante, tincidunt eget erat nec, convallis lacinia ipsum. Nam convallis orci dui, ac accumsan mauris facilisis eget. Vestibulum sed dui non orci sagittis blandit in eget enim. Donec eget tellus enim. Etiam augue nulla, elementum vitae sapien a, cursus aliquam ante. Proin vitae ligula pharetra, volutpat nisi id, maximus enim. Mauris fringilla justo sed tincidunt sagittis. Sed odio erat, placerat eu massa quis, tincidunt pharetra nibh.
Showing posts with label -=phyton=-. Show all posts
Showing posts with label -=phyton=-. Show all posts

Sunday, May 30, 2010

Array pada python

Untuk menggunakan array pada python, saya sempat kebingungan pada saat membuat array pada python, karena pada python tidak perlu mendeklarasikan arrasy seperti pada java, pascal, dan bahasa terstruktur lainnya. tetapi setelah saya coba, akhirnya saya bisa menerapkan array pada python untuk memasukkan data yang tidak sedikit, pada python ae=rray dikenal dengan list, untuk menggunakannya cukup menggunakan tanda [] pada variabel yang diinginkan, misalnya a=[] berarti variable a memiliki list kosong, kemudian untuk menambahkan data ada list, kita harus menggunakan perintah append, sehingga dapat memasukkan data pada list, untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah script yang telah saya buat pada python 3.1.

npm=[]
nama=[]
uts=[]
uas=[]
total=[]

dt=int(input("masukan banyak data : "))
for i in range (dt):
 a=input("masukan npm : ")
 npm.append(a)
 b=input("masukan nama : ")
 nama.append(b)
 c=int(input("masukan nilai uts : "))
 uts.append(c)
 d=int(input("masukan nilai uas : "))
 uas.append(d)
 print()

for i in range (dt):
    e=(0.7*uts[i])+(0.3*uas[i])
    total.append(e)

for i in range (dt):
    print ()
    print ("DATA MAHASISWA")
    print ("-------------------------------------")
    print ("Nama           : ",nama[i])
    print ("NPM            : ",npm[i])
    print ("Nilai UTS      : ",uts[i])
    print ("Nilai UAS      : ",uas[i])
    print ("Total          : ",total[i])
    print ()


print (npm)
print (nama)
print (uts)
print (uas)
print (total)
 

Tuesday, May 4, 2010

Index pada Phyton

Logika program:

Variable a bertipe String bernilai “gunadarma”,  agar bisa mencetak gunadarma secara berulang-ulang, digunakan statement perulangan for..in range,

len(a) adalah perintah untuk  mengitung jumlah index yang ada pada tipe data string, sehingga nilai I sesuai dengan panjang String dari varialel a, maka dari pernyataan tersebut, perlulangan for dilakukan sebanyak panjang index dari variable a yang bertipe string.

For I in range (len(a):

    Print (a[i:-1])

 

Secara lengkap, perintah tersebut berarti selama nilai I tidak sama dengan panjang index a, maka akan mencetak a[i:-1].

Untuk mengetahui niali I dari len(a) kita bisa menggunakan statement;

Maka outputnya:

Berarti;

Pada i=0; maka print (a[0:-1)

Jika menggunakan statement diatas maka pada variable a diatambahkan (spasi) pada akhir kata gunadarma, karena jika kita menggunakan -1 harus ditambahkan index pembatas yaitu (spasi). Dari gambar diatas juga dapat ditentukan panjang len(a) =10.  Maka indexnya;

G    U    N    A    D   A    R   M   A   (spasi)

[0]  [1]  [2]  [3]  [4]  [5]  [6] [7] [-1] [pmbatas]

 

Maka, jika nilai;

i=0, maka print (a[0:-1]) akan mencetak gunadarma

i=1, maka print (a[1:-1]) akan mencetak unadarma

i=2, maka print (a[2:-1]) akan mencetak nadarma

i=3, maka print (a[3:-1]) akan mencetak adarma

i=4, maka print (a[4:-1]) akan mencetak darma

i=5, maka print (a[5:-1]) akan mencetak arma

i=6, maka print (a[6:-1]) akan mencetak rma

i=7, maka print (a[7:-1]) akan mencetak ma

i=8, maka print (a[8:-1]) akan mencetak a

i=9, maka print (a[9:-1]) akan mencetak spasi

i=10, tidak akan mencetak apa-apa, karena i=len(a), program akan berhenti karena kondisi telah terpenuhi

cara yang kedua, untuk menghasilkan output seperti itu adalah dengan mengubah statement print yang ada, jika pada program diatas print a[i:-1], pada cara yang kedua ini kita akan menggunakan print a[i:], karena i: akan mencetak index yang dimulai dengan index ke-i sampai ke index akhir.

For I in range (len(a):

    Print (a[i:])

Jika menggunakan statement diatas maka, pada string gunadarma tidak perlu ditambahkan spasi karena kita tidak menggunakan index negative.

Seperti yang kita ketahui pada percobaan kedua nilai len(a)=9 maka pada I ke- 9 program akan berhenti mencetak. Pada percobaan ini juga berlaku index seperti dibawah ini. 

G    U    N    A    D   A    R   M   A  

[0]  [1]  [2]  [3]  [4]  [5]  [6] [7] [8]

Maka jika nilai;

i=0, maka print (a[0: ]) akan mencetak gunadarma

i=1, maka print (a[1: ]) akan mencetak unadarma

i=2, maka print (a[2: ]) akan mencetak nadarma

i=3, maka print (a[3: ]) akan mencetak adarma

i=4, maka print (a[4: ]) akan mencetak darma

i=5, maka print (a[5: ]) akan mencetak arma

i=6, maka print (a[6: ]) akan mencetak rma

i=7, maka print (a[7: ]) akan mencetak ma

i=8, maka print (a[8: ]) akan mencetak a

i=9, tidak akan mencetak apa-apa, karena i=len(a), program akan berhenti karena kondisi telah terpenuhi.

Maka jika outputnya dibandingkan dengan percobaan pertama 



Dari gambar diatas, dapat disimpulkan jika kita memakai percobaan 1 maka harus ditambahkan spasi pada akhir kata gunadama, pada output juga ikut tercetak spasinya, tetapi jika kita tidak menggunakan spasi maka huruf a tidak akan tercetak karena tidak ditambahkan pembatas.

Kemudian jika kita menggunakan percobaaan 2, kita tidak perlu menambahkan spasi pada akhir kata gunadarma, disini tidak perlu menggunakan sapasi karena kita menggunakan print(a[i:]) artinya kita akan mencetak  index i, sesudah titik dua dikosongkan berarti akan mencetak index ke i sampai ke index terakhir. pada output juga sesuiai dengan yang diminta.

Dari kedua percobaan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa percobaan kedua lebih tepat untuk digunakan karena listingnya lebih pendek dari percobaan pertama selain itu outputnya juga sesuai dengan yang diminta.

Cara lainnya adalah dengan mengubah statement print yang ada, karena kita sudah mengetahui panjang len a = 9, maka pada statement print dapat diubah menjadi print a[i:9], secara lengkap listingnya adalah:


Maka, jika nilai:

i=0, maka print (a[0: 9]) akan mencetak index ke 0 sampai ke 9 = gunadarma

i=1, maka print (a[1: 9]) akan mencetak index ke 1 samapi ke 9 = unadarma

i=2, maka print (a[2: 9]) akan mencetak index ke 2 sampai ke 9 = nadarma

i=3, maka print (a[3: 9]) akan mencetak index ke 3 sampai ke 9 = adarma

i=4, maka print (a[4: 9]) akan mencetak index ke 4 sampai ke 9 = darma

i=5, maka print (a[5: 9]) akan mencetak index ke 5 sampai ke 9 = arma

i=6, maka print (a[6: 9]) akan mencetak index ke 6 sampai ke 9 = rma

i=7, maka print (a[7: 9]) akan mencetak index ke 7 sampai ke 9 = ma

i=8, maka print (a[8: 9]) akan mencetak index ke 8 sampai ke 9 = a

i=9, karena statement for sudah terpenuhi kondisinya program akan berhenti..


Output:





Pengenalan bahasa fantastis Phyton

Python pertama kali dikembangkan oleh Guido Van Rossum ada tahun 1990 di CWI, Amsterdam, Belanda. Python merupakan bahasa lanjutan dari pemrograman ABC. Nama python dipilih oleh Guido karena kecintaannya kepada siaran televisi Monty Python’s Flying Circus. Phyton yang diterbitkan pertama kali di CWI adalah python 1.2. Python merupakan bahasa permrograman tingkat tinggi berbasis objek yang dinamis.

Dalam penulisan python dikenal dengan 2 cara, yaitu:

1. Command Line

    Menulis perintah satu per satu dalam satu baris yang akan langsung di terjemahkan       

    oleh python.

2. Script

    Berbeda dengan Cmmand line, jika kita menggunakan Script (Python GUI) maka kita 

    akan menulis statement statement terlebih dahulu, setelah itu script akan dijadikan 1

    file yang nantinya akan di execute secara bersama-sama.


Pada python kita tidak perlu mendelarasikan variable seperti pada JAVA, oleh sebab itu, python lebih mudah dibuat dibangdingkan dengan JAVA, akan tetapi, karena tidak mengunakan deklarasi variable maka, pada saat peng-compile-an python akan lebih lambat dari pada  JAVA karena pada saat itu, python akan meng-identifikasi jenis data yang ada.

Contoh sederhana penggunaan python:

Pada gambar diatas, dapat dilihat pada listing, kita bisa menjumlahkan String + String namun, jika type datanya berbeda ,maka tidak akan bisa dijumlahkan.




Agar bisa berjalan lancar maka kita harus mengibahnya menjadi String seperti contoh dibawah ini.

 

Dalam program kedua kita akan bermain dengan index pada python, index dimulai dari 0,1,2,3…n, dengan index ini kita tidak perlu menulis String, cukup dengan memanggil indexnya saja.


Pada python, ada yang dikenal dengan index, index pada python dimulai dari index[0], maka jika kita ketik print a[2], maka yang tercetak adalah 2010.

a=”lab”,”TI”,”2010”,”Depok”

      [0]    [1]      [2]         [3] 

 

Seperti yang kita lihat di atas, angka yang berada dibawahnya mewakili no index dari setiap anggota a.

Namun jika kita ketik, print (a[1:-1) maka yang tercetak adalah (’TI’,’2010’)

a=”lab”,”TI”,”2010”,”Depok”

      [0]    [1]      [-1]         [:] 

Itu dikarenakan, jika kita ketik print a[1] yang tercetak adalah TI, tetapi jika kita ketik print a[1:-1], yang tercetak pada program bukan depok melainkan 2010, itu karena index pada kata depok merupakan pembatas setelah index [0], sehingga index[-1] jatuh pada kata 2010.

 Output: